Mahasiswa NU Karangampel Raih Juara Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026, Bukti Komitmen Pendidikan Berkualitas
INDRAMAYU – Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Karangampel, Indramayu, kembali membuktikan dedikasi dalam menghasilkan lulusan berkualitas. Kali ini, prestasi gemilang diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika yang berhasil memenangkan Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026, Selasa, 15 April 2026 lalu, di Jakarta Convention Center (JCC).
Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa, yakni Riko Pratama (semester 7), Siti Nurhaliza (semester 6), dan Adi Wijaya (semester 5), berhasil mengalahkan 127 tim dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Mereka memenangkan kategori “Solusi Teknologi Terdepan” dengan inovasi aplikasi bernama “FarmaTrace” – sebuah platform blockchain untuk transparansi rantai pasokan obat-obatan di Indonesia.
Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan bimbingan dari dosen pembimbing serta dukungan penuh dari institusi. Prestasi ini juga menandai keseriusan NU Karangampel dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan menciptakan mahasiswa yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga mampu berinovasi untuk menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.
Latar Belakang Inovasi FarmaTrace
Ide pembuatan aplikasi FarmaTrace berawal dari kekhawatiran akan maraknya peredaran obat-obatan palsu di Indonesia. Menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kemunculan obat palsu dan obat yang dipalsukan terus meningkat setiap tahunnya, mencapai lebih dari 30 persen dari total beredar di pasaran informal.
“Kami melihat kesenjangan besar antara produsen obat resmi dan konsumen akhir. Tidak ada transparansi yang jelas mengenai perjalanan obat dari pabrik hingga ke tangan pasien. Dari sini, kami mulai memikirkan solusi,” ujar Riko Pratama, ketua tim inovasi, saat diwawancarai di kampus NU Karangampel, Rabu (17/4/2026).
Aplikasi FarmaTrace mengintegrasikan teknologi blockchain dengan sistem informasi manajemen logistik. Setiap obat yang diproduksi akan mendapat kode unik berupa QR code yang terintegrasi dengan blockchain. Konsumen dan pihak medis dapat melacak riwayat lengkap obat, mulai dari nama produsen, tanggal produksi, distributor, hingga titik penjualan akhir.
“Dengan teknologi ini, keaslian obat dapat diverifikasi secara real-time. Selain itu, sistem kami juga dapat mendeteksi jika ada penggandaan atau pemalsuan kode. Ini bukan hanya melindungi konsumen, tetapi juga melindungi industri farmasi yang legitimate,” jelaskan Siti Nurhaliza, anggota tim yang menangani aspek desain interface aplikasi.
Perjalanan Menuju Juara
Perjalanan tim menuju final nasional tidaklah mudah. Mereka harus melalui serangkaian seleksi ketat, mulai dari tingkat kampus, regional, hingga nasional. Proses pengembangan aplikasi FarmaTrace membutuhkan waktu hampir enam bulan dengan berbagai revisi dan penyempurnaan.
Tim ini juga melakukan riset lapangan ke beberapa rumah sakit dan apotek di Indramayu dan sekitarnya untuk memahami permasalahan yang sesungguhnya dihadapi oleh stakeholder di industri farmasi. Mereka juga melakukan studi literatur mendalam mengenai teknologi blockchain dan implementasinya di berbagai sektor.
“Kami juga berkonsultasi dengan praktisi dari industri farmasi dan teknologi blockchain. Dukungan dari dosen pembimbing kami, Dr. Bambang Suryanto, S.Kom., M.Tech., sangat membantu dalam memberikan arahan teknis dan metodologis,” tutur Adi Wijaya, anggota ketiga yang fokus pada aspek backend development.
Dalam kompetisi tingkat nasional, tim NU Karangampel harus mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, dan pejabat pemerintah. Presentasi mereka bukan hanya menjelaskan aspek teknis, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang dapat dihasilkan oleh FarmaTrace.
“Dalam presentasi kami, kami tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada business model dan sustainability. Kami menunjukkan bagaimana FarmaTrace dapat menjadi solusi yang viable secara komersial sekaligus memberikan manfaat sosial yang luas bagi masyarakat,” ungkap Riko.
Apresiasi dari Pimpinan Kampus
Pencapaian luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan NU Karangampel. Rektor NU Karangampel, Prof. Dr. H. Syaiful Bahri, M.Ag., mengakui bahwa prestasi mahasiswa ini adalah bukti nyata dari komitmen kampus dalam mengembangkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian tim kami. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik yang cemerlang, tetapi juga spirit entrepreneurial dan social responsibility yang tinggi. Inilah yang kami inginkan: mahasiswa yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga job creator dan problem solver,” kata Prof. Syaiful Bahri dalam pernyataan resminya kepada media kampus.
Rektor lebih lanjut menambahkan bahwa prestasi ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya dan sekaligus menjadi benchmark bagi pengembangan kurikulum di NU Karangampel.
“Kami akan terus mendukung inisiatif serupa dengan menyediakan fasilitas, pendanaan, dan mentoring dari para ahli. Universitas NU Karangampel berkomitmen untuk menjadi pusat inovasi yang menghasilkan solusi nyata untuk permasalahan bangsa,” sambungnya.
Dr. Aswin Kusumanto, Dekan Fakultas Teknik NU Karangampel, juga mengungkapkan kebanggaannya. “Program Studi Teknik Informatika kami terus menunjukkan track record yang impresif. Tahun lalu ada mahasiswa kami yang memenangkan kompetisi robotika, dan sekarang ini. Ini menunjukkan bahwa kurikulum kami, kombinasi antara teori dan praktik, benar-benar efektif,” ujarnya.
Dr. Aswin juga menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari sistem support yang terstruktur. “Kami memiliki innovation hub, laboratory yang lengkap, dan dosen-dosen yang tidak hanya mengajar tetapi juga mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide mereka. Kami percaya bahwa universitas harus menjadi inkubator inovasi,” jelasnya.
Dukungan Akademik dan Infrastruktur
Kesuksesan tim FarmaTrace juga tidak terlepas dari dukungan infrastruktur yang memadai di NU Karangampel. Kampus ini memiliki Technology Innovation Hub yang dilengkapi dengan perangkat keras dan perangkat lunak terkini untuk mendukung pengembangan inovasi teknologi.
Dr. Bambang Suryanto, dosen pembimbing tim FarmaTrace, menjelaskan bagaimana proses mentoring yang dilakukan. “Saya bukan hanya memberikan masukan teknis, tetapi juga mengajarkan metodologi inovasi, cara melakukan riset pasar, dan cara mempresentasikan ide dengan baik. Mahasiswa zaman sekarang memiliki potensi luar biasa, mereka hanya membutuhkan guidance yang tepat,” ujar Dr. Bambang.
Beliau menambahkan bahwa era digital menuntut calon profesional untuk tidak hanya menguasai hard skills, tetapi juga soft skills seperti creativity, critical thinking, dan communication. “Proses pengembangan FarmaTrace mengajarkan kepada ketiga mahasiswa ini semua itu. Mereka belajar berkolaborasi, menghadapi tantangan, mencari solusi kreatif, dan mengkomunikasikan ide-ide mereka dengan efektif,” kata Dr. Bambang.
Dampak dan Rencana Ke Depan
Prestasi yang diraih tim FarmaTrace membawa dampak positif yang signifikan. Di tingkat internal kampus, achievement ini meningkatkan motivasi mahasiswa lainnya untuk mengembangkan inovasi mereka sendiri. Sudah ada beberapa kelompok mahasiswa yang menunjukkan minat untuk mengikuti kompetisi serupa tahun depan.
Di tingkat eksternal, inovasi FarmaTrace sudah mendapat perhatian dari beberapa stakeholder di industri farmasi. Salah satu rumah sakit besar di Bandung telah menunjukkan interest untuk melakukan pilot project menggunakan platform FarmaTrace.
Tim juga telah didampingi oleh pusat inkubasi bisnis NU Karangampel untuk mengembangkan FarmaTrace menjadi sebuah startup yang berkelanjutan. “Kami sedang dalam proses untuk membentuk tim management dan mencari funding untuk scale-up aplikasi kami. Target kami adalah agar FarmaTrace dapat diimplementasikan di seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan,” ujar Riko dengan penuh optimisme.
Rencana jangka panjang tim adalah menjadikan FarmaTrace sebagai standard dalam supply chain management farmasi di Indonesia, dan kemudian memperluas ke negara-negara ASEAN lainnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Dalam kesempatan berbincang dengan media, ketiga mahasiswa berprestasi ini menyampaikan pesan kepada generasi muda Indonesia. “Jangan hanya berpikir tentang mencari kerja yang aman, tetapi pikirkan bagaimana kita bisa membuat perbedaan nyata di masyarakat. Teknologi adalah alat yang powerful untuk menyelesaikan masalah sosial dan ekonomi yang kompleks. Jadi, gunakan ilmu kalian untuk kebaikan,” pesan Siti.
Riko juga menambahkan pentingnya kolaborasi dan persistent dalam menghadapi tantangan. “Proses menuju kompetisi nasional penuh dengan hambatan. Tapi kami terus bersemangat karena kami percaya pada ide kami. Kerja keras, teamwork, dan mentoring dari dosen yang peduli adalah kunci kesuksesan kami,” katanya.
Penutup
Prestasi mahasiswa NU Karangampel dalam memenangkan Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 adalah bukti nyata bahwa universitas-universitas di Indonesia mampu menghasilkan inovator-inovator berkualitas yang siap menghadapi tantangan zaman. Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa dengan komitmen, infrastruktur yang memadai, dan bimbingan yang tepat, mahasiswa Indonesia dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Kampus NU Karangampel telah membuktikan bahwa lokasi di daerah bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan inovasi berkualitas tinggi. Dengan terus mengembangkan ekosistem inovasi yang kuat, NU Karangampel berkontribusi pada upaya pengembangan sumber daya manusia berkualitas untuk kemajuan Indonesia.
Semoga pencapaian ini menjadi awal dari serangkaian prestasi mahasiswa NU Karangampel di tingkat nasional dan internasional, serta menginspirasi institusi-institusi pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi mahasiswanya.
—
[AKHIR ARTIKEL – Total kata: 1.847 kata]