NU Karangampel Raih Akreditasi Institusional A, Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi di Indramayu
Indramayu – Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Karangampel meraih prestasi signifikan dengan memperoleh status akreditasi institusional A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Jumat, 13 April 2026. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika kampus selama tiga tahun terakhir dalam meningkatkan standar mutu dan kualitas layanan pendidikan tinggi.
Pengumuman resmi akreditasi tersebut disampaikan melalui surat keputusan nomor 2026/SK-BAN-PT/Akred-Inst/IV/2026, yang diterima langsung oleh Rektor NU Karangampel, Prof. Dr. H. Bambang Sutisna, M.Pd., pada pukul 10.15 WIB di ruang rapat utama kampus. Kehadiran Ketua Yayasan NU Karangampel, H. Kholil Nawawi, serta jajaran pimpinan universitas lainnya menjadi saksi pengumuman berita gembirang ini.
“Ini adalah momentum bersejarah bagi NU Karangampel. Akreditasi A bukan hanya sesuatu yang kami raih, tetapi komitmen kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Rektor Bambang Sutisna pada kesempatan pengumuman tersebut, Senin (14 April 2026), saat memberikan keterangan pers di aula kampus.
Perjalanan Panjang Menuju Akreditasi A
Perjalanan NU Karangampel menuju akreditasi A dimulai sejak 2023, ketika Senat Universitas menerima evaluasi akreditasi institusional terakhir dengan peringkat B. Hasil evaluasi tersebut menjadi pemicu untuk melakukan transformasi menyeluruh di berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kampus yang berlokasi di Jalan Pendidikan No. 45, Karangampel, Indramayu, Jawa Barat ini kemudian membentuk Tim Pengembangan Mutu Akademik (TPMA) yang khusus menangani penyiapan dokumen dan implementasi standar mutu internal. Tim yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Siti Nurjamillah, S.E., M.M., bekerja secara intensif untuk memenuhi delapan standar yang ditetapkan BAN-PT.
“Kami tidak hanya fokus pada penulisan dokumen yang bagus, tetapi implementasi nyata dari setiap standar. Dari visi-misi yang jelas, pengelolaan sumber daya manusia, hingga sistem penjaminan mutu yang terstruktur,” jelas Dr. Siti Nurjamillah dalam wawancara khusus pada Selasa (15 April 2026).
Delapan standar yang menjadi fokus utama mencakup: (1) visi, misi, tujuan, dan strategi; (2) tata pamong, tata kelola, dan kerjasama; (3) kemahasiswaan dan alumni; (4) dosen dan tenaga kependidikan; (5) kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik; (6) pembiayaan, sarana, dan prasarana; (7) penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; dan (8) sistem penjaminan mutu internal.
Dalam tiga tahun persiapan, NU Karangampel melakukan perbaikan menyeluruh. Dari segi infrastruktur, kampus menambah ruang kuliah modern, laboratorium terbaru, dan fasilitas perpustakaan digital. Investasi ini mencapai lebih dari 15 miliar rupiah, sebagaimana diungkapkan Ketua Yayasan NU Karangampel, H. Kholil Nawawi, saat memberikan sambutan pada acara pengumuman akreditasi.
Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Akademik
Tidak hanya infrastruktur, NU Karangampel juga fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Universitas mengalokasikan dana khusus untuk program beasiswa doktor bagi para dosen yang belum memiliki gelar S3. Sampai dengan 2025, sebanyak 34 dari 127 dosen tetap telah menyelesaikan program doktoral, dengan target mencapai 50 persen pada 2027.
Dr. Heri Suryanto, Kepala Biro Sumber Daya Manusia NU Karangampel, menjelaskan bahwa peningkatan kualifikasi akademik dosen menjadi salah satu kunci meningkatkan akreditasi program studi. “Setiap dosen yang menyelesaikan doktor didorong untuk aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Kami memberikan insentif publikasi di jurnal nasional dan internasional,” ungkapnya dalam sesi diskusi terbatas pada Rabu (16 April 2026).
Selain itu, NU Karangampel juga mengoptimalkan peran dosen tidak tetap yang berkualifikasi. Dari 89 dosen tidak tetap, sebanyak 43 persen diantaranya telah menyandang gelar magister, dan 12 persen telah meraih gelar doktor. Komposisi ini membantu memberikan perspektif praktis dalam pembelajaran, khususnya untuk program-program studi yang berorientasi pada keahlian profesional.
Sistem Penjaminan Mutu yang Berkelanjutan
Salah satu pencapaian yang paling dibanggakan oleh manajemen NU Karangampel adalah implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang terstruktur dan berkelanjutan. Sistem ini tidak hanya menjadi persyaratan akreditasi, tetapi juga fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan kampus.
Koordinator SPMI NU Karangampel, Dr. Eka Prasetya, S.T., M.T., menjelaskan bahwa sistem ini melibatkan seluruh stakeholder, termasuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan industri. “Setiap semester, kami melakukan evaluasi diri yang komprehensif. Hasil evaluasi menjadi dasar untuk perencanaan perbaikan di tahun akademik berikutnya,” ujarnya saat memberikan presentasi pada forum senat akademik pada Kamis (17 April 2026).
SPMI NU Karangampel menggunakan platform digital terintegrasi untuk memantau indikator mutu secara real-time. Indikator-indikator tersebut mencakup kepuasan mahasiswa, pencapaian learning outcome, tingkat kelulusan, hingga tingkat penempatan lulusan di dunia kerja.
Lulusan NU Karangampel yang telah bekerja menunjukkan tingkat kepuasan pengguna (user satisfaction) yang tinggi. Survey yang dilakukan oleh Biro Alumni pada 2025 menunjukkan bahwa 87 persen pengguna lulusan (employer) puas dengan kompetensi yang dimiliki para alumni. Tingkat penempatan kerja lulusan juga mencapai 92 persen dalam kurun waktu enam bulan setelah kelulusan.
Komitmen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Peningkatan akreditasi juga tercermin dari peningkatan signifikan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun akademik 2024-2025, NU Karangampel melaksanakan 156 proyek penelitian dengan pendanaan total 3,2 miliar rupiah, meningkat 45 persen dari tahun sebelumnya.
Dr. Wahyu Hardiman, S.Si., Ph.D., selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, menjelaskan fokus penelitian kampus. “Kami prioritaskan penelitian yang relevan dengan pengembangan masyarakat lokal di Indramayu. Banyak penelitian kami terkait pertanian berkelanjutan, pengelolaan sumber daya laut, dan pemberdayaan ekonomi lokal,” ungkapnya pada Jumat (18 April 2026).
Publikasi ilmiah dosen NU Karangampel juga menunjukkan peningkatan signifikan. Dari tahun 2023 hingga 2025, jumlah artikel yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi nasional meningkat dari 32 menjadi 78 artikel per tahun. Publikasi di jurnal internasional juga meningkat dari 8 menjadi 23 artikel per tahun, menunjukkan peningkatan visibilitas penelitian kampus di tingkat global.
Dalam hal pengabdian kepada masyarakat, NU Karangampel melibatkan mahasiswa secara aktif melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pada musim KKN terakhir (Januari-Februari 2026), 485 mahasiswa dari berbagai program studi terlibat dalam 97 kelompok yang tersebar di 30 desa di wilayah Indramayu dan sekitarnya.
Dukungan Dari Berbagai Pihak
Pencapaian akreditasi A NU Karangampel tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Yayasan Nahdlatul Ulama sebagai pengelola memberikan dukungan penuh, baik dari aspek finansial maupun strategis. Sementara itu, pemerintah daerah Kabupaten Indramayu juga memberikan apresiasi dan dukungan dalam bentuk fasilitas dan kerjasama.
Bupati Indramayu, H. Supratman Andi Agtas, dalam pesan tertulis yang disampaikan kepada kampus, menyatakan bahwa pencapaian NU Karangampel menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Indramayu. “Kampus ini tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia untuk kemajuan daerah,” demikian pesan Bupati tersebut.
Selain itu, Asosiasi Universitas Swasta Indonesia (AUSI) Wilayah Jawa Barat juga memberikan apresiasi khusus. Ketua AUSI Jabar, Dr. Bambang Setiawan, S.E., M.B.A., dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa NU Karangampel menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi swasta lainnya dalam meningkatkan mutu.
Program-Program Unggulan Kampus
Keberhasilan meraih akreditasi A juga didukung oleh berbagai program unggulan yang telah dikembangkan oleh NU Karangampel. Program-program tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat lokal.
Salah satu program unggulan adalah Program Studi Agribisnis yang mengintegrasikan pembelajaran modern dengan praktik pertanian berkelanjutan. Program ini telah menjalin kerjasama dengan berbagai industri agribisnis terkemuka, sehingga lulusannya memiliki kompetensi yang relevan di industri.
Program studi lainnya yang juga berkontribusi adalah Teknik Informatika, yang telah menghasilkan lulusan yang banyak bekerja di perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia. Program ini dilengkapi dengan laboratorium coding modern dan kerjasama dengan tech companies untuk memberikan project-based learning.
Selain itu, Program Studi Pendidikan juga menjadi unggulan dengan fokus pada persiapan guru profesional. Lulusan program ini tersebar di berbagai sekolah di Indramayu dan sekitarnya, berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah.
Tantangan ke Depan dan Rencana Pengembangan
Meskipun telah meraih akreditasi A, manajemen NU Karangampel tidak berpuas diri. Rektor Bambang Sutisna menjelaskan bahwa pencapaian ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju keunggulan yang berkelanjutan.
“Akreditasi A berarti kami telah memenuhi standar minimum kualitas yang ditetapkan. Tetapi visi kami lebih tinggi lagi. Kami ingin menjadi universitas yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga diakui secara internasional,” ujar Rektor dalam wawancara khusus pada Minggu (20 April 2026).
Rencana pengembangan NU Karangampel untuk lima tahun ke depan (2026-2031) mencakup berbagai inisiatif. Pertama, meningkatkan jumlah program studi yang terakreditasi A dari saat ini 8 program menjadi minimal 15 program pada 2030. Kedua, meningkatkan penelitian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Ketiga, memperluas kerjasama internasional untuk membuka peluang student exchange dan joint research dengan universitas luar negeri.
Keempat, mengembangkan infrastruktur kampus digital yang mendukung pembelajaran hybrid dan jarak jauh. Kelima, meningkatkan keterlibatan alumni dalam pengembangan kampus melalui network yang lebih kuat.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Tri Maharto, S.Kom., M.T., menambahkan bahwa kontrol kualitas akan terus ditingkatkan. “Kami akan mengadopsi best practices dari universitas-universitas terkemuka. Benchmark dan continuous improvement akan menjadi budaya organisasi kami,” tuturnya.
Penutup
Pencapaian NU Karangampel dalam meraih akreditasi institusional A pada 13 April 2026 merupakan bukti nyata komitmen kampus terhadap peningkatan mutu berkelanjutan. Melalui kerja keras seluruh civitas akademika, investasi signifikan dalam infrastruktur dan sumber daya manusia, serta implementasi sistem penjaminan mutu yang kokoh, NU Karangampel telah membuktikan bahwa universitas swasta di daerah dapat menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas.
Ke depannya, dengan fondasi yang telah dibangun, NU Karangampel siap untuk terus berkontribusi pada pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah Indramayu dan sekitarnya. Perjalanan menuju keunggulan baru saja dimulai, dan civitas akademika NU Karangampel telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Sebagai penutup, patut dicatat bahwa kesuksesan NU Karangampel menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk terus meningkatkan mutu dan relevansi penyelenggaraan pendid