INDRAMAYU – Universitas NU Karangampel menciptakan sejarah baru dengan menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya (FOSB) 2026 pada akhir pekan ini. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (28-30 Maret 2026), melibatkan lebih dari 2.000 mahasiswa dari seluruh fakultas dan menjadi rangkaian kegiatan apresiasi terbesar yang pernah dilaksanakan kampus sejak didirikan 15 tahun lalu.
Terletak di Indramayu, Jawa Barat, NU Karangampel memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan potensi non-akademik mahasiswa. Festival kali ini menjadi bukti nyata dedikasi institusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang holistik, yang tidak hanya fokus pada aspek akademis tetapi juga mengasah kemampuan seni, budaya, dan olahraga para mahasiswa.
### Latar Belakang Penyelenggaraan
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni NU Karangampel, Dr. Bambang Sutrisno, M.Pd., menjelaskan bahwa inisiatif Festival Olahraga dan Seni Budaya ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memberikan wadah bagi mahasiswa mengekspresikan bakat-bakat kreatif mereka di luar ruang kelas.
“Kami melihat banyak mahasiswa NU Karangampel memiliki talenta luar biasa dalam bidang olahraga, seni pertunjukan, dan pelestarian budaya lokal. Namun, sebelumnya belum ada platform komprehensif yang dapat menampung semua potensi tersebut secara bersamaan,” ujar Dr. Bambang dalam wawancara eksklusif pada Selasa (25 Maret 2026) di kantor Direktorat Kemahasiswaan.
Perencanaan festival ini membutuhkan waktu enam bulan dengan melibatkan berbagai elemen kampus mulai dari pimpinan universitas, dosen, hingga pengurus organisasi mahasiswa. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 850 juta, sebagian besar berasal dari dana operasional universitas yang kemudian ditambah dengan sponsorship dari beberapa perusahaan lokal dan swasta yang berkomitmen mendukung pengembangan generasi muda.
“Investasi ini bukanlah pengeluaran biasa, tetapi sebuah investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia,” kata Dr. Bambang dengan penekanan yang mengandung makna mendalam.
### Berbagai Cabang Olahraga Memeriahkan Kompetisi
Aspek olahraga dalam FOSB 2026 NU Karangampel menampilkan 12 cabang olahraga yang kompetitif. Setiap cabang dirancang untuk mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan, mulai dari kategori pemula hingga mahir, sehingga seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
Cabang-cabang yang dipertandingkan mencakup futsal, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, basket, sepak bola, bola kecil, pencak silat, atletik, renang, tenis lapangan, dan bridging (jembatan manusia). Setiap cabang olahraga dijadwalkan berbeda untuk memastikan tidak ada pertentingan waktu dan memberikan kesempatan penonton untuk menyaksikan berbagai pertandingan.
Koordinator Divisi Olahraga FOSB 2026, Moh. Rizki Pratama, mahasiswa semester lima Fakultas Teknik, mengungkapkan antusiasme tinggi dari peserta.
“Pendaftaran untuk cabang-cabang olahraga mencapai jumlah luar biasa. Untuk futsal saja, kami menerima 35 tim dari berbagai program studi. Ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa NU Karangampel terhadap olahraga sangat besar,” papar Rizki saat ditemui di lapangan olahraga kampus pada Rabu (26 Maret 2026).
Lapangan olahraga NU Karangampel yang seluas tiga hektar dipersiapkan dengan matang untuk menjadi venue utama festival. Infrastruktur yang sudah tersedia ditambah dengan instalasi sementara termasuk tenda-tenda besar, sound system berkualitas tinggi, dan sistem pencahayaan LED untuk mendukung pertandingan hingga malam hari.
### Seni Pertunjukan dan Preservasi Budaya Lokal
Sementara itu, aspek seni dan budaya dalam FOSB 2026 tidak kalah meriah. Festival menghadirkan berbagai pertunjukan seni pertunjukan yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya lokal Indramayu dan sekitarnya.
Pagelaran seni budaya mencakup 45 penampilan dari mahasiswa yang terbagi dalam kategori tradisional dan modern. Kategori tradisional meliputi tari Jaipong, tari Topeng Cirebon, wayang kulit, silat, dan seni musik tradisional seperti degung dan angklung. Sementara kategori modern menampilkan band, tari kontemporer, comedy, fashion show, dan pertunjukan theatrical dengan tema-tema kontekstual.
Ketua Panitia Seni dan Budaya FOSB 2026, Siti Nurhaliza, mahasiswi dari Fakultas Pendidikan, menerangkan filosofi di balik penggabungan seni tradisional dan modern.
“Kami percaya bahwa mahasiswa NU Karangampel harus menjadi jembatan antara warisan budaya leluhur dan modernitas. Oleh karena itu, festival ini sengaja menghadirkan kedua spektrum seni tersebut agar mahasiswa dan masyarakat Indramayu dapat melihat bagaimana nilai-nilai tradisional tetap relevan di era kontemporer,” jelas Siti dalam diskusi dengan tim panitia pada Kamis (27 Maret 2026).
Salah satu highlight acara seni adalah penampilan grand finale yang melibatkan seluruh peserta dalam sebuah simfoni budaya besar-besaran. Penampilan ini akan menampilkan integrasi musik tradisional dengan instrumen modern, yang dijadwalkan pada hari terakhir festival.
### Persiapan Matang dan Melibatkan Semua Fakultas
Kesuksesan festival ini tidak terlepas dari koordinasi lintas fakultas yang intensif. Semua sembilan fakultas yang ada di NU Karangampel—Fakultas Teknik, Pendidikan, Ekonomi dan Bisnis, Hukum, Ilmu Sosial dan Politik, Pertanian, Kesehatan, Agama Islam, dan Seni dan Desain—berkontribusi aktif baik melalui partisipasi mahasiswa maupun dukungan logistik.
Rektor NU Karangampel, Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, M.Eng., menilai keterlibatan lintas-fakultas ini sebagai indikator positif kohesi komunitas kampus yang kuat.
“Saya bangga melihat semua fakultas bersatu dalam mewujudkan festival ini. Tidak ada persaingan yang tidak sehat, tidak ada ego sektoral, yang ada hanya semangat untuk memberi yang terbaik bagi mahasiswa kami,” kata Prof. Sudirman pada acara launching festival di aula utama kampus dua minggu sebelumnya.
Panitia penyelenggara terdiri dari 120 orang yang tersebar dalam 15 divisi: divisi konsumsi, divisi keamanan, divisi kesehatan dan keselamatan kerja, divisi dekorasi, divisi publikasi dan dokumentasi, divisi sponsorship, divisi olahraga, divisi seni budaya, divisi akomodasi, divisi transportasi, divisi registrasi, divisi teknologi informasi, divisi perlengkapan, divisi master of ceremony, dan divisi evaluasi.
### Dampak Positif untuk Komunitas Kampus dan Masyarakat Luas
Kepala Bagian Humas NU Karangampel, Dra. Eka Suryani, M.Kom., menekankan bahwa festival ini bukan hanya kegiatan internal kampus, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen universitas untuk berinteraksi dengan masyarakat Indramayu.
“Kami membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk menyaksikan festival ini secara gratis. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami sebagai institusi pendidikan. Kami ingin masyarakat Indramayu merasakan bahwa universitas NU Karangampel adalah milik mereka, bukan lembaga yang tertutup,” ungkap Dra. Eka dengan nada penuh keyakinan.
Estimasi pengunjung yang diharapkan berkisar antara 5.000 hingga 8.000 orang selama tiga hari penyelenggaraan. Pengunjung tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa dan akademis, tetapi juga masyarakat umum, pelajar, media massa, dan pejabat pemerintah daerah.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, panitia telah mengatur sistem transportasi khusus dengan menambah armada shuttle bus gratis dari beberapa titik keramaian di pusat Indramayu. Selain itu, area parkir diperluas dengan memanfaatkan lapangan kosong di sekitar kampus yang dapat menampung sekitar 500 kendaraan.
### Harapan untuk Keberlanjutan
Melihat antusiasme yang begitu tinggi, panitia dan pimpinan universitas sudah merencanakan untuk menjadikan FOSB sebagai agenda tahunan. Pembelajaran dari pelaksanaan tahun ini akan menjadi dasar untuk perbaikan pada tahun-tahun mendatang.
Bendahara FOSB 2026, Fajar Setiawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengungkapkan komitmen untuk transparansi keuangan penuh dalam laporan pertanggungjawaban festival.
“Setiap rupiah yang kami keluarkan akan dicatat dan dilaporkan dengan detail kepada universitas dan masyarakat. Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan dan menjustifikasi mengapa investasi besar seperti ini diperlukan,” kata Fajar dengan tegas.
### Kesimpulan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 NU Karangampel merepresentasikan visi universitas yang progresif dan inklusif. Dengan melibatkan ribuan mahasiswa dan membuka diri kepada komunitas Indramayu yang lebih luas, universitas ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang transfer pengetahuan akademis, tetapi juga tentang pengembangan kepribadian, bakat, dan tanggung jawab sosial.
Acara yang berlangsung pada akhir Maret 2026 ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan semangat komunitas kampus dan sekaligus memberikan sumbangsih nyata bagi pengayaan budaya lokal Indramayu. Kesuksesan festival ini akan menjadi bukti bahwa dengan koordinasi baik, visi jelas, dan komitmen bersama, institusi pendidikan dapat menjadi pusat pengembangan holistik bagi generasi muda Indonesia.
—
Penulis adalah jurnalis kampus NU Karangampel. Narahubung untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni melalui email: [email protected] atau telepon (0234) 8765-4321.